"Cinta dan benci tumbuh dari akar yang sama, hanya bermuara pada buah yang berbeda. Cinta mengundang orang untuk keluar dari dirinya, sedangkan benci melumpuhkan orang dari dalam dirinya karena tidak menerima keterbatasan jiwanya." (hal. 51 -52)
"Dendam di hatimu membuat dirimu tidak manusiawi lagi. Ketidakadilan tidak bisa diperangi dengan kemarahan. Kalau itu yang terjadi, hanya akan tersisa sebuah lubang besar di hati manusia. Seperti sebuah tempayan tak berdasar, betapapun banyaknya air dituangkan, hanya akan lewat begitu saja, dan menyisakan kekeringan yang menyakitkan." (hal 50)
Benci merupakan sifat yang melekat erat pada setiap orang, tidak jarang kita sulit menghilangkan atau mengurangi dendam. Padahal kita tahu dendam tidak pernah menyelesaikan masalah, justru menambah beban hidup. Alangkah indahnya hidup ini, jikalau kita mampu mengubah dendam menjadi kasih kepada sesama.
ReplyDeletemenyadari bahwa aku bukan orang yang sempurna dan banyak membuat banyak kesalahan..dan butuh pengampunan dari Tuhan maupun orang lain..mendorongku untuk bersikap sama..murah hati untuk mengampuni dan memberi kesempatan orang lain untuk berubah.
ReplyDelete