Dendam dan Cinta
dua sisi dari keping hati yang sama.
Kita diajak untuk menyadari bahwa kita bisa memiliki banyak wajah, bahkan yang sekilas tampak amat berseberangan. "Manusia mengalami keterpecahan dalam dirinya yang tidak mudah dimengerti olehnya. (hal. 94)
Kemarahan dan Pengampunan,
dua wajah dari satu jiwa.
Semua yang kita rasakan dalam hidup ini adalah buah pilihan kita. Kita bisa memilih untuk mewarnai kehidupan dengan kemarahan, atau belajar untuk mengampuni banyak orang dengan mulai dari mengampuni jiwa kita sendiri.
Manakah lebih baik?
TIDAK ADA! Yang benar pertanyaannya adalah: mana yang lebih jujur? Kemarahan bisa menjadi energi positif. Kemarahanku pada para koruptor yang merusak negri ini bisa melahirkan gerakan-gerakan perbaikan. Kemarahanku pada ketidakadilan yang melahirkan kemiskinan bisa berkobar seperti api bara. Tetapi pada saat yang sama aku juga bisa memiliki hati seluas samudra untuk mengampuni mereka.
Semuanya hanyalah mimpi-mimpi jiwa
jiwa bisa memilih kapan untuk terjaga.
Inilah yang dinamakan kebebasan batin, ketika kita bisa melihat realita sesungguhnya dalam hidup kita. Realita itu tidak pernah menipu. Dia tampil apa adanya. Tugas kita adalah untuk belajar melihat. Vipassana : aku melihat.
No comments:
Post a Comment